Kota Tangerang || sinargunung.com – Peringatan 80 tahun Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimaknai secara lebih substantif oleh insan pers di Kota Tangerang. Melalui Dialog Refleksi HPN 2026 bertema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, wartawan lintas organisasi berkumpul untuk menegaskan kembali peran strategis pers dalam demokrasi dan pembangunan nasional.

Kegiatan yang digelar Aliansi Organisasi Wartawan Kota Tangerang ini berlangsung di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang (Puspem), Senin (9/2/2026). Sekitar 50 wartawan dari berbagai organisasi profesi hadir mengikuti forum dialog yang bersifat reflektif sekaligus konsolidatif.

Forum ini menempatkan pers tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi, ketahanan sosial, dan stabilitas bangsa di tengah tantangan disinformasi.

Dialog refleksi berlangsung di Ruang Patio Puspem Kota Tangerang, dengan melibatkan sejumlah organisasi wartawan, di antaranya Forum Wartawan Tangerang (FORWAT), Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya, Forum Komunikasi Wartawan Tangerang (FKWT), Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koorwil Kota Tangerang, serta Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Dr. Mugiya Wardhany, SE, M.Si, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Mualim, serta para pimpinan organisasi wartawan, di antaranya Andi Lala, Cecep Yuliardi, Agus M. Romdoni, Gugun, dan Mus Mulyadi.

Rangkaian acara diawali dengan apel pengamanan yang dipimpin Kapolsek Tangerang selaku Kepala Pengamanan Objek, Kompol Suyatno, SH, MH, sebagai bagian dari pengamanan dan kelancaran kegiatan. Selanjutnya, rombongan wartawan diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo sebelum memasuki ruang dialog.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, menandai dimulainya forum refleksi HPN dalam bingkai kebangsaan dan tanggung jawab publik.

Dalam sambutannya, Dr. Mugiya Wardhany menegaskan bahwa pers memiliki peran fundamental dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, khususnya di tengah derasnya arus hoaks dan polarisasi opini publik.

“Pers yang sehat menjadi prasyarat bagi pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Tema HPN tahun ini sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi bersama,” ujar Mugiya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kominfo tengah menyiapkan buku saku program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya memperkuat keterbukaan informasi publik. Buku saku tersebut diharapkan menjadi referensi faktual bagi insan pers dalam menyajikan pemberitaan yang akurat dan berimbang.

“Insan pers adalah mitra strategis pembangunan. Kolaborasi harus dibangun di atas profesionalisme, etika jurnalistik, dan komitmen terhadap kepentingan publik,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang pers nasional, sebelum memasuki sesi diskusi bersama perwakilan lima organisasi wartawan.

Ketua FWJI Kota Tangerang, Cecep Yuliardi, dalam sesi diskusi menyoroti tantangan profesi wartawan yang masih dihadapkan pada persoalan kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi media, di tengah tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi.

“Kami mengapresiasi keterbukaan dan dukungan Pemkot Tangerang, khususnya Dinas Kominfo. Namun realitasnya, banyak wartawan bekerja tanpa kepastian penghasilan, sementara tanggung jawab menjaga ruang publik dari hoaks semakin besar,” ujarnya.

Cecep menegaskan, pers yang independen dan berintegritas hanya dapat terwujud jika didukung ekosistem yang sehat, baik dari sisi regulasi, ekonomi media, maupun solidaritas antarwartawan.

Dialog Refleksi HPN ke-80 ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif, sekaligus menegaskan bahwa peringatan HPN bukan sekadar seremoni, melainkan momentum intelektual untuk memperkuat marwah pers sebagai penjaga nalar publik, pengawal demokrasi, dan mitra kritis pembangunan.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *