sinargunung.com, Purwakarta | Dewan Pendidikan Purwakarta terjun monitoring dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun ajaran 2025/2026 demi menjaga integritas di lingkungan sekolah dan masyarakat. Seruan ini ditujukan kepada seluruh stakhoder baik kepala sekolah, panitia SPMB bahkan sampi pelaku tekhnis seperti operator mulai dari tngkat TK, SD dan SMP bahkan menengah keatas sebagai upaya menciptakan layanan Pendidikan yang terbuka, adaptif dan berkeadilan sehingga berdampak terhadap masyarakat.

Ketua Dewan Pendidikan Purwakarta, H. Agus Marjuki, S.Ap mengintruksikan langsung kepada seluruh pengurus agar aktif hadir ditengah-tengah sekolah dengan formasi monitoring dan evaluasi sesuai tugas dan fungsi, dan petunjuk teknis yang berlaku. “SPMB di Tahun sekarang tentu berbeda dengan tahun sebelumnya, tapi tidak terlalu signifikan, secara umum pedomannya bertujuan sama yaitu untuk melaksanakan penerimaan siswa baru secara objekti, transparan tanpa diskriminasi.” Ujar pak haji saat Zoom Meeting dengan para kepala sekolah dan pengawas, Sabtu (21/6/2025).

Sebetulnya kita akan menginisiasi agar adanya fakta integritas antara sekolah, Komite sebagai perwakilan masyarakat dengan Pemerintah dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan dan KCD Wilayah IV, dengan kesepakatan dan kesepemahaman yang sudah di tandatangani itu, tentu semua akan menjaga marwah dan wibaya agara pelaksanaan SPMB tahun 2025 dipastikan berdampak positif bagi masyarakat, tidak ada lagi ruang-ruang diskriminatif,” tegas H. Agus.

Pemerhati Pendidikan Manpan Drajat saat FGD dalam keterangannya berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru yang menggunakan system informasi berbasis web menjelaskan bahwa, “poin terpenting dalam peningkatan mutu layanan Pendidikan bukan hanya system yang serba digital atau modern tapi juga harus diimbangi dengan integritas karakter manusia yang jujur, seperti di daerah lain misalnya masih adanya pungutan 50 Ribu per siswa untuk operator sekolah, belum lagi pihak sekolah dengan dalih menjaga nama baik sehingga meninggikan angka nilai raport, tidak hanya itu orang tua siswapun harus bersikap jujur bagaimana kondisi mental anaknya apalagi sekarang adanya sekolah inklusi.

Purwakarta sudah berhasil menciptakan iklim Pendidikan melalui perbub nomor 69 tahun 2015 tentang Pendidikan karakter saat bupatinya Dedi Mulyadi yang sekarang Jabar satu, semoga gagasan dan inisiasi seperti ini dapat dipertahankan dan menjadi perhatian serius bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Purwakarta dalam membangun sumber daya. dm

By P H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *