Sinargunung.com, Purwakarta | Melalui Rapat Pleno yang di gelar di Gedung PEPABRI Jl Veteran Gg Melur No 1 secara simbolik Denhas Mubaraq menerima SK NO : SKEP -48/PD.X/GM-FKPPI/JB/PWK/III/2025, ketua OKK Mustafa Kamal dalam rapat menyatakan bahwa secara legal drafting gonjang ganjing PLT sudah clear, mau tidak mau semua pengurus dapat menerima hasil keputusan dari Pengurus Daerah X GM FKPPI Jawa Barat dengan baik, kedepan kita dukung ketua pelaksana tugas agar fokus menjalankan amanah organisasi sampai terselenggaranya musyawarah cabang sesuai pasal 9 ayat 3 PO: 4 Tahun 2020.
Sebelumnya melalui berita acara No 11/GM FKPPI/PWK/XII/2024 Penetapan ketua PLT terpilih sudah dilakukan melalui rapat pleno diperluas pada 13 Desember 2024, dengan dasar Ketua sebelumnya yaitu H. Taufiq Budiman berhalangan tetap dikarenakan meninggal dunia. “Sehingga jika mengacu pada Keputusan munas IX GM-FKPPI 2019 Pasal 8 Ayat 1 b maka disegerakan untuk adanya pergantian, tutur bung Topa saat ditemui di sekretariat GM FKPPI Rabu, 4/6/2025.
Cucu Agus Hidayat selaku pengurus sangat mengapresiasi hasil ketetapan PLT, semua ini adalah bagian dari dinamika dalam berorganisasi saya yakin dan percaya kepada Ketua PLT sekarang dalam menjalankan kepemimpinannya. Semoga bisa merevitalisasi dan meningkatkan koordinasi sesama pengurus baik Cabang ataupun Rayon, imbuhnya.
Ketua pelaksana tugas Denhas Mubaraq menyampaikan terimakasih kepada para senior kawan-kawan pengurus yang berkontribusi baik materil ataupun moril atas keberadaan organisasi kita selam ini, “sederhana saja kita kembalikan pada garis-garis besar Haluan organisasi yang kita kenal sebagai 3 pilar utama yakni Solid, Kuat, Militan.
Denhas menambahkan, Ke depan kita bangun kebersamaan sebagai pilar pertama, dengan mengimplementasikan networking dan memastikan kerjasama yang baik terhadap pemerintah terutama pada Pembina kita (TNI/POLRI). Selanjutnya Kuat, secara jasmani ataupun rohani tentu kader GM FKPPI harus berbeda secara fisik dan psikis. Terakhir militan, bagaimana kita bertransformasi di semua keadaan dengan bentuk tetap konsisten mempertahankan eksistensi organisasi. Sederhananya, sebelum terselenggaranya muscab mari kita selesaikan bersama, “berbenah apa-apa saja yang bisa tumbuh dan berkembang, apa yang harus dihilangkan, sehingga organisasi ini sangat dirasakan keberadaannya oleh masyarakat luas” imbuhnya. Dm
