Kota Tangerang || sinargunung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menguatkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan perkotaan, khususnya isu sampah dan lingkungan hidup. Kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media dinilai menjadi kunci solusi berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat menghadiri kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Tugu Adipura, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT ke-33 Kota Tangerang sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Didampingi Wakil Wali Kota Maryono serta jajaran kepala perangkat daerah, Sachrudin mengajak masyarakat untuk memulai kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah dan terlibat aktif dalam berbagai program lingkungan yang dijalankan Pemkot Tangerang.

“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Sekuat apa pun programnya, tanpa partisipasi masyarakat hasilnya tidak akan maksimal. Ayo mulai pilah sampah dari rumah, karena sampah yang tidak terkelola bisa berdampak pada banjir, kesehatan, dan persoalan lainnya,” ujar Sachrudin.

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya isu daerah, melainkan masalah nasional yang membutuhkan penanganan terpadu dari hulu hingga hilir. Sachrudin pun mengingatkan arahan Presiden Republik Indonesia terkait pentingnya sinergi semua pihak dalam pengelolaan sampah.

“Presiden sudah menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial atau sektoral. Harus ada aksi bersama, sama seperti penanganan banjir. Semua pihak harus terlibat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangerang juga memperkenalkan sejumlah program unggulan Pemkot di bidang lingkungan hidup agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat. Mulai dari penguatan bank sampah di setiap kecamatan, program sedekah sampah, penyediaan armada pengangkut sampah, hingga kegiatan edukasi dan lomba kebersihan lingkungan.

“Pemkot terus berupaya memfasilitasi, namun kunci keberhasilan tetap ada pada peran aktif masyarakat. Jika semangat kebersamaan terbangun, saya yakin persoalan sampah bisa kita atasi bersama,” katanya.

CFD kali ini juga menjadi ajang apresiasi bagi warga dan pihak-pihak yang peduli terhadap lingkungan. Pemkot Tangerang menyerahkan penghargaan Lomba Jaga Kebersihan Lingkungan tingkat RW, Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Tangerang 2026, serta apresiasi kepada pegiat lingkungan, akademisi, dan perusahaan yang berkontribusi dalam pengelolaan sampah.

Sebagai penutup, Wali Kota Tangerang meresmikan armada pengangkut sampah, meninjau stan lingkungan hidup, bank sampah, dan sedekah sampah, serta melakukan siaran wawancara langsung dengan salah satu radio lokal untuk menggaungkan ajakan peduli lingkungan kepada masyarakat luas.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *