TANGSEL || SINARGUNUNG.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (8/1/2026) sore. Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa membawa dan menurunkan dua truk sampah sebagai bentuk protes atas persoalan sampah yang dinilai belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.
Ketua BEM UMJ, Muhammad Iqbal Ramdhani, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik terbuka terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang dinilai minim langkah konkret dalam menyelesaikan krisis sampah yang terus berulang.
“Kami datang secara damai untuk menunjukkan kondisi nyata di lapangan. Sampah menumpuk di berbagai wilayah Tangsel, namun hingga kini belum ada solusi yang jelas. Pemerintah seharusnya responsif, bukan justru menghalangi aksi,” ujar Iqbal di sela demonstrasi.
Iqbal menambahkan, aksi ini merupakan kali kedua dilakukan oleh mahasiswa UMJ. Sebelumnya, pada 26 Desember 2025, mereka juga menggelar aksi serupa dengan membawa tumpukan sampah ke kantor pemerintahan Kota Tangsel. Namun, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah.
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak Wali Kota Tangerang Selatan untuk segera mengambil kebijakan nyata dalam penanganan sampah. Mereka meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meningkatkan pengangkutan sampah secara rutin serta menambah armada pendukung.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Tangsel, penerapan pengolahan residu melalui teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas kinerja DLH kepada publik.
“Kami meminta Pemkot Tangsel bertanggung jawab atas persoalan sampah yang menumpuk di berbagai titik dan segera menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” tegas Iqbal. Abdul
