KOTA TANGERANG | sinargunung.com – Stand Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung selama Festival Cisadane 2026. Sejak festival dibuka pada Kamis hingga penutupan pada Minggu, stand edukasi kebencanaan tersebut selalu dipadati masyarakat, terutama keluarga yang datang bersama anak-anak.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, BPBD Kota Tangerang menghadirkan konsep edukasi yang lebih interaktif dengan menggabungkan unsur pembelajaran dan hiburan. Pendekatan tersebut berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung yang ingin mengenal dunia kebencanaan dengan cara yang menyenangkan.
Salah satu daya tarik utama adalah area foto bertema penyelamatan. Di lokasi ini, anak-anak dapat mengenakan perlengkapan petugas, seperti helm SAR, rompi penyelamat, hingga berbagai peralatan rescue. Momen tersebut menjadi favorit keluarga untuk mengabadikan pengalaman sekaligus mengenalkan profesi penyelamat kepada anak sejak dini.
Selain itu, BPBD juga menghadirkan simulasi naik perahu karet yang menggambarkan proses evakuasi saat terjadi banjir. Dengan pendampingan petugas, anak-anak dapat merasakan pengalaman berada di atas perahu penyelamat sekaligus memahami pentingnya kesiapsiagaan ketika menghadapi bencana.
Tidak hanya itu, BPBD turut menghadirkan sesi edukasi satwa melalui ular sanca kembang. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai cara mengenali satwa liar serta langkah yang tepat apabila menemukan ular di lingkungan sekitar.
Petugas BPBD menjelaskan karakteristik ular, potensi risikonya, hingga prosedur yang aman tanpa harus melakukan tindakan yang membahayakan. Edukasi tersebut dikemas secara komunikatif sehingga mampu menghilangkan rasa takut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan yang benar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan konsep edukasi yang dikembangkan tahun ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kebencanaan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa edukasi kebencanaan tidak selalu identik dengan suasana yang menegangkan. Melalui aktivitas seperti berfoto, mencoba perahu evakuasi, hingga mengenal satwa, anak-anak bisa belajar mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, menanamkan pengetahuan tentang mitigasi bencana sejak usia dini menjadi langkah penting untuk membangun budaya tangguh bencana di tengah masyarakat.
Konsep tersebut mendapat sambutan positif dari para orang tua. Mereka menilai kegiatan di Stand BPBD tidak hanya memberikan hiburan selama Festival Cisadane, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi anak-anak.
Salah seorang pengunjung, Rina, warga Cibodas, mengaku anaknya memperoleh pengalaman baru setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi di stand tersebut.
“Awalnya anak saya takut melihat ular. Setelah dijelaskan petugas, dia jadi lebih mengerti dan tidak panik. Naik perahu evakuasi juga menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Petugasnya ramah dan sabar melayani anak-anak,” katanya.
Selama Festival Cisadane berlangsung, petugas BPBD juga aktif memberikan informasi seputar penanggulangan bencana serta menjawab berbagai pertanyaan pengunjung. Pelayanan yang ramah dan komunikatif membuat stand tersebut menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi sepanjang festival.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, BPBD Kota Tangerang berkomitmen terus menghadirkan program edukasi kebencanaan yang inovatif dan mudah dipahami. Melalui pendekatan yang lebih humanis, BPBD berharap kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana dapat tumbuh sejak usia dini.
Festival Cisadane 2026 pun menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang edukatif, interaktif, dan melibatkan partisipasi warga secara langsung. red

