JAKARTA || sinargunung.com – Badan Koordinasi Perantau Agam (Bakor Agam) memperkuat komitmennya membantu percepatan pemulihan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang masih merasakan dampak banjir bandang dan tanah longsor besar pada 2025. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah program pelatihan tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Agam Figure Meeting yang digelar di Hotel Balairong, Matraman, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Pertemuan itu dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Agam, tokoh masyarakat, tokoh adat, kalangan investor, serta perantau asal Agam dari berbagai daerah.
Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penyusunan langkah bersama dalam mempercepat pemulihan ekonomi, sosial, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada pertengahan 2025 menjadi salah satu musibah terbesar yang pernah dialami Kabupaten Agam. Curah hujan tinggi selama beberapa hari memicu luapan air bercampur lumpur, batu, dan material kayu dari kawasan pegunungan yang menerjang permukiman, lahan pertanian, hingga infrastruktur di sejumlah wilayah.
Data yang dipaparkan dalam pertemuan menyebutkan lebih dari 1.000 hektare sawah tertimbun material bencana, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp8 triliun, sementara 205 warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Bakor Agam akan melaksanakan program pelatihan tenaga kerja secara berkelanjutan. Program itu dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan baru sehingga memiliki peluang ekonomi yang lebih baik sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat pascabencana.
Sekretaris Jenderal Bakor Perantau Kabupaten Agam, Yonnoviar, SH, MH, mengatakan peristiwa yang terjadi pada 2025 menjadi pengingat bahwa seluruh putra daerah, termasuk para perantau, memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kampung halaman.
Menurutnya, Bakor Agam siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Agam dalam mendukung proses rehabilitasi, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga penyusunan langkah-langkah mitigasi agar bencana serupa dapat diminimalkan di masa depan.
Sementara itu, Bupati Agam Ir. Benny Warlis mengapresiasi kepedulian para perantau yang terus memberikan dukungan kepada daerah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perantau menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan pascabencana.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar Agam mampu bangkit menjadi daerah yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Bakor Perantau Kabupaten Agam, Dr. Zepri, M.Si., menegaskan semangat “Membangun Ranah Bersama Perantau” menjadi landasan untuk menghimpun potensi masyarakat Agam di berbagai daerah.
Ia menilai tragedi yang menelan ratusan korban jiwa dan kerugian besar tersebut harus menjadi momentum memperkuat kerja sama dalam membangun sistem mitigasi bencana, menjaga lingkungan, memperbaiki tata ruang, serta memulihkan perekonomian masyarakat.
Hingga kini, koordinasi antara Bakor Perantau Agam dan Pemerintah Kabupaten Agam terus berlangsung. Sejumlah program prioritas, mulai dari peningkatan keterampilan tenaga kerja, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga penguatan mitigasi bencana, tengah disusun sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Agam yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. red

