Kota Tangerang || sinargunung.com– Komisi III DPRD Kota Tangerang mendorong penguatan ekonomi kreatif dan percepatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Sumarti, menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan agar mampu bersaing di pasar modern dan digital.

“Ekonomi kreatif dan UMKM harus terus didorong, mulai dari kuliner berbasis brand, fashion lokal khususnya busana muslim, jasa kreatif digital, edukasi kreatif, craft modern sampai event kreatif,” kata Sumarti saat dihubungi, Jumat (20/02/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang sebenarnya telah memiliki roadmap pengembangan digitalisasi UMKM dan pariwisata. Sejumlah program pun telah berjalan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

Beberapa langkah strategis yang sudah dilakukan di antaranya transformasi digital UMKM, peningkatan daya saing produk, hingga pelatihan dan inkubasi bisnis secara berkelanjutan. Saat ini, lebih dari 50 ribu pelaku UMKM di Kota Tangerang disebut telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), disertai dukungan digitalisasi dari dinas terkait.

Dari sisi legislatif, DPRD berperan mengawal kebijakan agar berjalan maksimal. Sumarti menegaskan, DPRD akan menyusun regulasi berupa perda, mengawasi implementasi kebijakan, serta mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha kreatif.

“Pemerintah daerah fokus menjalankan program dan membangun ekosistemnya. Pelaku usaha nanti menjadi market, sekaligus investor dan mentor dalam pengembangan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Selain UMKM, promosi sektor pariwisata juga terus diperkuat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. Promosi dilakukan lewat festival, kampanye digital, hingga kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang.

Tak hanya di tingkat daerah, promosi juga diperluas ke level nasional melalui partisipasi dalam ajang Indonesia Tourism & Trade Investment Expo 2025 guna memperluas jejaring promosi wisata dan ekonomi kreatif.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menegaskan, digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Dengan sistem digital, penjualan meningkat, legalitas usaha lebih tertata, serta transaksi tercatat transparan.

“Ini akan berdampak langsung pada peningkatan PAD, baik dari sektor pajak maupun retribusi daerah,” ujarnya.

Ke depan, optimalisasi PAD melalui digitalisasi UMKM menjadi salah satu target utama. Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas basis data pajak berbasis sistem digital.

Targetnya meliputi peningkatan jumlah UMKM go digital, penggunaan QRIS yang lebih luas, bertambahnya pelaku usaha yang memiliki NIB, hingga lahirnya brand lokal yang terhubung dengan sektor wisata dan ritel modern.

Pengembangan wisata berbasis ekonomi kreatif, peningkatan event kreatif, serta pencatatan transaksi ekonomi lokal secara digital diharapkan mampu mendorong UMKM Kota Tangerang naik kelas menjadi industri yang lebih besar dan berdaya saing nasional.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *