KAHMI Banten Gelar Nobar Film Lafran di Mal Tangcity

  • Bagikan

sinargunung.com, Kota Tangerang | Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) atau KAHMI Banten menggelar nonton bareng (Nobar) film Lafran “Saya Lilahi Taala Untuk Indonesia” di XX1 Mal TangCity, Kota Tangerang, Banten. Senin, (17/6/2024) sore WIB.

Sebanyak 1.000 tiket masuk XX1 Mal TangCity itu di booking untuk seluruh kader HMI se-Banten termasuk wartawan di Kota Tangerang. Nobar itu dihadiri juga oleh Ketua Majlis Nasional Pusat KAHMI yang juga merupakan ketua Komisi II DPR-RI, Ahmad Dolly Kurnia Tanjung, Presidium MW KAHMI provinsi Banten, Bahrul Ulum, Presidium MD KAHMI Kota Tangerang, Rusdi Rusli Alam dan Turidi Susanto.

Lalu, Bacalon Walikota Tangerang Drs. H. Sachrudin sebagai anggota Kehormatan KAHMI bersama Bacalon Bupati Serang, Andika Hazrumy sebagai anggota Kehormatan KAHMI Banten.

Ahmad Dolly Kurnia Tanjung mengatakan, kehadirannya di Kota Tangerang ini dalam rangka Road Show Film Lafran di seluruh Indonesia, dan Kota Tangerang adalah kota yang ke-18 yang Ia Kunjungi. Kata Dia, film Lafran ‘Saya Lilahi Taala Untuk Indonesia’ ini sudah ditonton oleh 24.000 orang yang berasal dari keluarga besar KAHMI.

Sebelum penayangan resminya serentak di seluruh Indonesia pada Kamis, 20 Juni 2024 Besok.

“Hal ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat sehingga pada Kamis tanggal 20 Juni 2024 besok, film Lafran ‘Saya Lilahi Taala Untuk Indonesia” akan tayang resmi di seluruh bioskop di Indonesia dan akan dipenuhi oleh penonton,” kata Dolly saat konferensi pers.

Menurutnya, film Lafran ‘Saya Lilahi Taala Untuk Indonesia” akan membuat penonton semakin cinta Indonesia.

“Film ini menceritakan sosok Lafran pane, sebagai pendiri HMI, bagaimana Ia mendirikan HMI, Namun lebih mendalam isinya menceritakan tentang perjalanan bangsa Indonesia. Merebut kemerdekaan berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan sebagai negara yang berdaulat,” jelas Dolly.

Lanjut Dia, untuk mempertahankan negara yang berdaulat itu harus ada nilai yang dibangun. Dan melalui film Lafran ‘Saya Lilahi Taala Untuk Indonesia” ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air Indonesia.

“Film Lafran ini dapat inspirasi, memberi pelajaran, hingga tercipta rasa cinta tanah air Indonesia,” tuturnya.

Dolly pun menceritakan Panjangnya proses pembuatan film Lafran ‘Saya Lilahi Taala Untuk Indonesia” ini salama 7 (tujuh) tahun. Itu menunjukkan bahwa film dibuat dengan sebuah riset kebenaran termasuk latar belakang bagaimana tokoh Lafran pane tersebut.

“Tokoh Lafran Pane ini adalah benar adanya, Dia adalah orang sumatera utara, lahir di  sipirok Tapanuli Selatan, kita mempelajari dan berdiskusi hingga  membuat produksi film ini selama 7 tahun,” terangnya.

Ada makna, hikmah dan cerita didapat dari seluruh proses pembuatan film Lafran ‘Saya Lilahi Taala Untuk Indonesia” yang terlibat.

“Maka itu, kami mengajak seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda Indonesia, pelajar, mahasiswa, generasi milenial dan Gen Z saksikan film Lafran ini karena bukan sekedar film tokoh, tetapi film Lafran ini adalah film tentang Indonesia. Setelah nonton film Lafran ini bikin kita makin cinta Indonesia,” paparnya (ris/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *